Latar Belakang : Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan intensitas sinar matahari cukup tinggi. Untuk mengurangi dampak negatif dari paparan sinar ultraviolet dapat menggunakan tabir surya (Karina, 2015). Tabir surya alami dapat dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung flavonoid. Tujuan : penelitian ini adalah mengetahui nilai SPF dan keefektifan dari ekstrak dan fraksi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Metode : Ekstraksi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian dilanjutkan proses fraksinasi. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Absorbansi ekstrak dan fraksi daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) diukur pada panjang gelombang 290-320 nm. Penentuan nilai SPF didasarkan pada persamaan Mansur. Hasil : Nilai SPF pada konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm berturut turut yaitu ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) 1,61; 3,11; 6,73; 13,21; 14,32. Fraksi n-Heksan 0,31±0,03; 0,34±0,05; 1,47±0,29; 6,31±0,02; 6,89±0,07. Fraksi etil asetat 3,20±0,38; 7,78±0,14; 9,77±0,47; 19,72±0,52; 32,30±0,58. Fraksi air 0,44±0,06; 0,82±0,02; 1,37±0,51; 6,53±0,12; 7,26±0,35. Kesimpulan : Nilai SPF tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat konsentrai 800 ppm yaitu 32,30±0,58 dengan efektivitas kategori perlindungan ultra mampu melindungi kulit lebih lama dari paparan sinar matahari selama 5 jam 23 menit.
Copyrights © 2025