Artikel ini membahas penerapan konseling dengan teknik penguatan positif untuk mengatasi perilaku membolos pada seorang siswa kelas XII di MAN 4 Jombang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar, kebiasaan begadang, serta hubungan yang kurang baik antara konseli dan guru BK, sehingga perilaku membolos muncul berulang. Kajian ini penting karena membolos berdampak pada pencapaian akademik, kedisiplinan, dan keberlanjutan pendidikan siswa. Teknik penguatan positif dipilih karena mampu mendorong perilaku positif melalui pemberian penguatan yang menyenangkan dan terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik positive reinforcement dalam menurunkan perilaku membolos pada siswa serta melihat perubahan kedisiplinan setelah intervensi diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, dengan data diperoleh melalui wawancara dan observasi absensi, lalu dianalisis menggunakan pendekatan komparasi dan sintesis untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan positive reinforcement dapat menurunkan frekuensi membolos dan meningkatkan kehadiran siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan positif efektif sebagai strategi konseling untuk membentuk kedisiplinan dan mengurangi perilaku membolos pada siswa.
Copyrights © 2025