Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya penanggulangan stunting, salah satunya melalui intervensi spesifik sektor kesehatan dengan program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Strategi pencegahan juga menyasar remaja, terutama remaja putri yang rentan anemia, hipertensi, kekurangan berat badan, gangguan reproduksi, dan pernikahan dini, karena berisiko melahirkan anak stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), status gizi, dan kejadian anemia pada siswi kelas VIII SMPN 33 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 orang dengan menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025. Hasil menunjukkan prevalensi anemia mencapai 61,7%, didominasi oleh ketidakpatuhan konsumsi TTD (86,1%). Sebagian besar responden memiliki IMT normal (59,1%) dan IMT tidak normal (40.9%). Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai signifikansi p-value = sebesar 0.946 (p>0.05) dan 0.687 (p>0.05) yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMPN 33 Makassar. Temuan ini menegaskan perlunya program edukatif untuk meningkatkan kesadaran remaja putri dalam mengonsumsi TTD demi mendukung terbentuknya generasi sehat.
Copyrights © 2025