Perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius dalam lingkungan sekolah dan pesantren, berdampak pada psikologis, sosial, dan perkembangan karakter peserta didik. Studi ini bertujuan merumuskan model pendidikan karakter Qur’ani yang berfungsi sebagai strategi preventif terhadap perundungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs pada dua institusi pendidikan: sekolah berbasis Islam dan pesantren salaf/modern. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti rahmah (kasih sayang), ’adl (keadilan), ukhuwwah (persaudaraan), hilm (kesantunan), dan amanah menjadi fondasi utama dalam pembentukan perilaku peserta didik. Model yang dihasilkan terdiri dari empat komponen: (1) internalisasi nilai Qur’ani melalui pembelajaran dan keteladanan, (2) penguatan budaya sekolah/pesantren, (3) mekanisme intervensi preventif dan kuratif berbasis Qur’ani, dan (4) kolaborasi guru–ustadz–orang tua. Temuan menunjukkan bahwa penerapan model ini mampu mengurangi kecenderungan perilaku perundungan serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih harmonis.
Copyrights © 2025