Penelitian ini mengkaji peran moderasi beragama dalam praktik penanggulangan bencana sebagai sumber dukungan psikospiritual dan fasilitator kerja sama lintas agama. Tujuan penelitian adalah menganalisis moderasi beragama sebagai “infrastruktur makna” dalam membangun ketahanan psikososial serta membandingkan pola implementasinya pada masyarakat religius homogen dan plural. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif multi-lokasi di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Tamiang melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang dianalisis secara tematik komparatif. Temuan menunjukkan bahwa moderasi beragama berfungsi sebagai modal sosial adaptif yang memperkuat pemulihan trauma, membangun kepercayaan antar kelompok, dan melengkapi pendekatan teknokratis kebencanaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka ketahanan bencana berbasis komunitas dengan menegaskan pentingnya integrasi nilai sosial-keagamaan lokal dalam tata kelola bencana yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025