Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan jasmani dalam perspektif Al-Qur’an serta mengungkap landasan normatifnya berdasarkan penafsiran para mufassir. Kajian ini penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang berorientasi pada pembentukan manusia yang sehat, seimbang, dan produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi pustaka. Pendekatan yang diterapkan adalah metode tafsir tahlili, yaitu menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara rinci dan sistematis berdasarkan urutan mushaf dengan merujuk pada penafsiran para mufassir. Ayat-ayat yang dikaji meliputi QS. Al-Baqarah ayat 247, QS. Yunus ayat 67, dan QS. Al-Baqarah ayat 168, dengan sumber utama Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Maraghi, dan Tafsir Al-Qurthubi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan perhatian serius terhadap aspek jasmani manusia, yang tercermin dalam penekanan pada kekuatan fisik sebagai penunjang tanggung jawab, keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta pentingnya konsumsi makanan yang halal dan baik. Ketiga mufassir sepakat bahwa kesehatan dan kekuatan jasmani merupakan sarana penting dalam menunjang kualitas intelektual, moral, dan spiritual manusia. Dengan demikian, pendidikan jasmani dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kebugaran fisik, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi bagi pembentukan manusia yang paripurna.
Copyrights © 2025