Studi ini mencoba memetakan bagaimana peneliti di Indonesia memilih dan menggunakan berbagai metodologi dalam riset pendidikan seni selama lima tahun terakhir. Melalui analisis konten terhadap 45 artikel yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta, penelitian ini mengungkap pola menarik dalam pemilihan pendekatan metodologis. Hasil menunjukkan pendekatan kualitatif masih mendominasi dengan 64,4% dari total artikel, terutama melalui studi kasus dan etnografi yang memungkinkan peneliti menggali fenomena pembelajaran seni secara mendalam. Penelitian Tindakan Kelas menempati urutan kedua dengan 20%, mencerminkan keterlibatan aktif guru dalam upaya memperbaiki praktik mengajar mereka. Pendekatan kuantitatif dan mixed method masih terbatas, masing-masing hanya 11,1% dan 4,4%, yang menunjukkan belum optimalnya diversifikasi metodologis. Menariknya, analisis temporal mengungkap tren positif berupa peningkatan penggunaan pendekatan campuran pada periode 2023-2024, terutama dalam penelitian yang melibatkan teknologi pembelajaran. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif tentang landscape metodologi penelitian pendidikan seni Indonesia dan merekomendasikan pengembangan variasi pendekatan untuk memperkaya khazanah riset di bidang ini.
Copyrights © 2025