Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Kelas II dalam pembentukan dan pelestarian struktur sosial pada masa kolonial Hindia Belanda. Sekolah Kelas II merupakan lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial dan diperuntukkan bagi masyarakat pribumi dari golongan rakyat biasa. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review), melalui studi pustaka terhadap buku, arsip, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan sejarah pendidikan dan struktur sosial kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Kelas II berfungsi sebagai instrumen kebijakan kolonial untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tingkat rendah dalam sistem administrasi dan ekonomi kolonial. Kurikulum yang bersifat terbatas dan praktis mengarahkan peserta didik agar memiliki keterampilan dasar, namun tidak memberikan kesempatan yang luas untuk mobilitas sosial. Dengan demikian, Sekolah Kelas II berperan dalam mempertahankan struktur sosial kolonial yang hierarkis dan diskriminatif, di mana masyarakat pribumi tetap berada pada lapisan sosial terbawah. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keberadaan Sekolah Kelas II secara tidak langsung membuka akses awal terhadap pendidikan formal bagi masyarakat pribumi. Kemampuan baca tulis yang diperoleh menjadi modal penting bagi tumbuhnya kesadaran sosial dan perubahan masyarakat pada masa selanjutnya. Oleh karena itu, Sekolah Kelas II memiliki peran ganda, yaitu sebagai alat pelanggeng struktur sosial kolonial sekaligus sebagai awal transformasi sosial di kalangan pribumi.
Copyrights © 2025