Lereng adalah permukaan tanah yang memiliki dua elevasi yang berbeda. Perbedaan elevasi pada permukaan tanah seperti lereng dapat mengakibatkan pergerakan massa tanah dari bidang dengan elevasi yang tinggi menuju bidang dengan elevasi yang lebih rendah. Pergerakan atau gaya tersebut akan menghasilkan tegangan geser yang berfungsi sebagai gaya penahan dan apabila berat massa tanah yang bekerja sebagai gaya pendorong itu lebih besar dari tegangan geser tersebut maka akan mengakibatkan kelongsoran. Suatu lereng dikatakan stabil apabila lereng tersebut tidak mengalami kelongsoran. Analisis kestabilan lereng memiliki peran penting, untuk itu perlu dilakukannya penelitian agar mengetahui apakah lereng tersebut dalam kondisi yang stabil atau tidak stabil. Pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis kestabilan lereng adalah dengan pendekatan metode elemen hingga dan metode kesetimbangan batas. Dari hasil penelitian menggunakan metode kesetimbangan batas dan metode elemen hingga memperlihatkan kondisi lereng apabila menggunakan support dengan jenis end anchor menghasilkan Faktor Keamanan (FK) yang lebih dari 1,3. Penggunaan metode kesetimbangan batasĀ dengan spasi anchor 1m dan panjang 5m menghasilkan FK = 1,580 dan paada saat spasi anchor diperbesar menjadi 1,5m menghasilkan FK = 1,396, sedangkan jika menggunakan metode elemen hingga dengan spasi anchor 1m diperoleh nilai FK = 1,46 dan jika spasi anchor diperbesar menjadi 1,5m, diperoleh nilai FK = 1,35.
Copyrights © 2025