Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MACHINE LEARNING-BASED HIERARCHICAL CLUSTERING FOR PRIORITY CCUS ZONES IN INDONESIA Imasuly, Geovanny B.; Latuny, Wilma; Rikumahu, Marcia V.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.65-75

Abstract

Indonesia's upstream oil and gas industry is facing significant challenges due to climate change, alongside the global shift toward clean energy transition to reduce CO₂ emissions and achieve the Net Zero Emission target by 2060. One of the key strategies in this effort is the implementation of Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).The adoption of the CCUS program is an integral part of SKK Migas' strategic plan to reach a production target of 1 million barrels of oil per day (BOPD) and 12 billion standard cubic feet of natural gas per day (BSCFD) by 2030. This study applies machine learning-based hierarchical clustering to analyze and classify CCUS project zones in Indonesia, utilizing data from the IEA CCUS Projects Database 2024. The methodology includes data collection, pre-processing, and clustering using a hierarchical algorithm to group projects with similar characteristics in CCUS implementation. The clustering process, interpreted through a dendrogram, considers key factors such as Announced Capacity (Mt CO₂/yr) and Estimated Capacity by IEA (Mt CO₂/yr). The Silhouette Coefficient after applying hierarchical clustering is 0.746, indicating well-defined cluster separation. The findings of this study provide valuable insights into the relationships among CCUS projects in Indonesia, categorizing them into priority zones. Additionally, this research supports strategic decision-making regarding CCUS project development, contributing to the achievement of the Net Zero Emission target and long-term energy security.
Analisis Kestabilan Lereng Di Daerah Hative Besar Kota Ambon Menggunakan Metode Elemen Hingga Dan Metode Kesetimbangan Batas kololu, micky; Rikumahu, Marcia V.; Hutagalung, Robert
Jurnal Teknik AMATA Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v6i2.342

Abstract

Lereng adalah permukaan tanah yang memiliki dua elevasi yang berbeda. Perbedaan elevasi pada permukaan tanah seperti lereng dapat mengakibatkan pergerakan massa tanah dari bidang dengan elevasi yang tinggi menuju bidang dengan elevasi yang lebih rendah. Pergerakan atau gaya tersebut akan menghasilkan tegangan geser yang berfungsi sebagai gaya penahan dan apabila berat massa tanah yang bekerja sebagai gaya pendorong itu lebih besar dari tegangan geser tersebut maka akan mengakibatkan kelongsoran. Suatu lereng dikatakan stabil apabila lereng tersebut tidak mengalami kelongsoran. Analisis kestabilan lereng memiliki peran penting, untuk itu perlu dilakukannya penelitian agar mengetahui apakah lereng tersebut dalam kondisi yang stabil atau tidak stabil. Pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis kestabilan lereng adalah dengan pendekatan metode elemen hingga dan metode kesetimbangan batas. Dari hasil penelitian menggunakan metode kesetimbangan batas dan metode elemen hingga memperlihatkan kondisi lereng apabila menggunakan support dengan jenis end anchor menghasilkan Faktor Keamanan (FK) yang lebih dari 1,3. Penggunaan metode kesetimbangan batas  dengan spasi anchor 1m dan panjang 5m menghasilkan FK = 1,580 dan paada saat spasi anchor diperbesar menjadi 1,5m menghasilkan FK = 1,396, sedangkan jika menggunakan metode elemen hingga dengan spasi anchor 1m diperoleh nilai FK = 1,46 dan jika spasi anchor diperbesar menjadi 1,5m, diperoleh nilai FK = 1,35.