Keaktifan belajar siswa harus selalu dikembangkan, beberapa siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran fikih di kelas. Namun, ditemukan juga potensi keaktifan siswa di kelas 7i, sehingga mendorong diterapkannya model Reciprocal Teaching guna mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Reciprocal Teaching. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di MTsN 3 Banyuwangi dengan subyek guru mata pelajaran fikih dan siswa kelas 7i. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa: 1) Dari pertemuan pertama dan kedua, terdapat 2 kelompok menunjukkan perkembangan frekuensi pertanyaan dari satu menjadi dua pertanyaan. 2) Pada pertemuan pertama, 6 kelompok terlibat aktif dalam diskusi, lalu keterlibatan aktifnya berkembang menjadi 8 kelompok pada pertemuan kedua setelah adanya scaffolding dari guru. 3) Pada pertemuan pertama siswa menggunakan buku UKBM sebagai sumber informasi. Pada pertemuan kedua, keaktifan siswa mencari informasi berkembang, terlihat dari inisiatif siswa membawa laptop untuk mencari informasi yang lebih luas. Disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti efektif dapat mengembangkan keaktifan belajar siswa. Sebaiknya guru mata pelajaran fikih lebih sering menerapkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa selama proses belajar di kelas, salah satunya dapat melalui penerapan model Reciprocal Teaching.
Copyrights © 2025