Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajerial berbasis konteks lokal dalam upaya menjembatani disparitas mutu pendidikan dasar di wilayah pinggiran Kabupaten Sumenep. Ketimpangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pinggiran merupakan persoalan struktural dan kultural yang kompleks, ditandai oleh keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas belajar, dan minimnya partisipasi komunitas dalam tata kelola sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi multi-situs pada dua sekolah unggulan, penelitian ini menemukan bahwa strategi peningkatan mutu yang efektif ditopang oleh kepemimpinan sekolah yang kontekstual, kolaboratif, dan transformatif. Tiga strategi utama yang berhasil diidentifikasi adalah penguatan budaya mutu internal sekolah, pelibatan aktif masyarakat dalam program pendidikan, dan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) secara adaptif. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pendekatan context-responsive leadership dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah marginal. Studi ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan manajemen pendidikan yang responsif terhadap dinamika sosial-budaya lokal serta menawarkan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dalam merancang intervensi berbasis komunitas untuk pemerataan mutu pendidikan dasar.
Copyrights © 2025