Karate merupakan salah satu cabang bela diri yang banyak digemari saat ini, tendangan Mawashi Geri adalah salah satu teknik yang diandalkan oleh para atlet karate untuk meraih poin. Namun, teknik ini masih sulit untuk dikuasai oleh para karateka karena memerlukan kebugaran fisik yang berkaitan dengan keterampilan seperti fleksibilitas dan tenaga ledak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara kelentukan dan daya ledak dengan kemampuan tendangan Mawashi Geri pada atlet karate. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif, melibatkan sejumlah 20 atlet junior yang berada dalam rentang usia remaja hingga dewasa, diambil melalui metode purposive sampling. Prosedur serta instrumen yang digunakan untuk tendangan Mawashi Geri menggunakan tes tendangan. Untuk mengukur kelentukan, menggunakan tes Front-to-Rear-Split menggunakan alat Flexomeasure dan penggaris atau meteran. Untuk mengukur Daya Ledak menggunakan Standing Board Jump Test. Analisis data kemudian dilakukan dengan menerapkan statistik deskriptif serta analisis regresi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa kelentukan dan daya ledak berpengaruh terhadap kemampuan tendangan Mawashi Geri atlet karate (p<0,05) dengan pengaruh simultan sebesar 7,10%. Pengaruh kelentukan sebesar 10,36% dan daya ledak sebesar 4,18%. Dari kedua faktor tersebut, kelentukan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tendangan mawashi geri tanpa mengabaikan faktor lainnya (daya ledak). Kesimpulan kelentukan yang maksimal dan daya ledak yang baik berpengaruh pada tendangan mawashi geri.
Copyrights © 2025