Anemia pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya tinggi dan berkaitan erat dengan status gizi. Skrining anemia di lingkungan sekolah perlu didukung oleh penilaian status gizi sebagai faktor risiko, salah satunya melalui pengukuran antropometri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan skrining awal anemia yang didukung dengan pengukuran antropometri pada remaja sekolah menengah pertama. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 08.30–12.00, diikuti oleh 158 siswa kelas 7–9. Metode kegiatan meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pencatatan usia, jenis kelamin dan data dianalisis secara deskriptif. Usia rata-rata siswa 12,91 ± 0,88 tahun dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata tinggi badan adalah 157,09 ± 7,35 cm dan berat badan 52,96 ± 12,75 kg. Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal dan ditemukan variasi status gizi termasuk overweight dan obesitas. Kegiatan ini memberikan gambaran awal status gizi remaja sebagai dasar perencanaan skrining anemia dan intervensi kesehatan lanjutan di sekolah.
Copyrights © 2026