Belief is a difficult thing to express, especially if we are already disappointed. Similarly, Thomas did not immediately believe the other disciples' testimony regarding Jesus' resurrection. He was often called a doubter because of this attitude. His faith in Jesus was considered weak. In fact, he who initially confidently followed Jesus now does not believe in Him. He still doubts Jesus' divinity. Today, many people, especially young people, also experience situations similar to Thomas's. They often question their faith. This article uses a library study method. The sources used are books and journal articles available on the internet. The results of the study show a relationship between John 20:24-29 and the faith of young people who experience many challenges. The challenges they face in their lives of faith are also increasingly complex. Young people often doubt or even lose faith in their faith. The role of parents and the church in providing education and passing on spiritual values is crucial. Young people need a mature faith to face the various challenges of faith today. The figure of Thomas can be an example for young people who experience wavering in their faith. In the midst of their shaky faith, it is hoped that young people will also be able to become like Thomas who acknowledged Jesus as Lord and Allah.AbstrakPercaya adalah hal yang sulit untuk kita ungkapkan, terlebih jika sudah terlanjur kecewa. Sama halnya dengan Tomas yang tidak langsung mempercayai kesaksian murid yang lain mengenai kebangkitan Yesus. Ia kerap disebut sebagai peragu karena sikapnya tersebut. Imannya kepada Yesus dianggap tidak kuat. Nyatanya, ia yang awalnya dengan yakin mengikuti Yesus kini malah tidak percaya akan Dia. Ia masih ragu akan keilahian Yesus. Dewasa ini, banyak orang, khususnya anak muda yang juga mengalami situasi seperti yang dialami oleh Tomas. Mereka kerap mempertanyakan iman mereka. Tulisan menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber-sumber yang digunakan adalah buku-buku dan juga artikel jurnal yang tersedia di internet. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara Yohanes 20:24-29 dengan iman anak muda yang mengalami banyak tantangan. Tantangan yang mereka hadapi dalam hidup beriman juga semakin kompleks. Kerap anak muda menjadi ragu bahkan menjadi tidak percaya akan iman mereka. Peran orang tua dan gereja dalam memberikan edukasi dan mewariskan nilai-nilai spiritual sangat diperlukan. Anak muda perlu bekal iman yang matang dalam menghadapi berbagai tantangan iman saat ini. Tomas bisa menjadi contoh bagi anak muda yang mengalami kegoyahan dalam iman. Di tengah kegoyahan imannya, kiranya anak muda juga kemudian mampu menjadi seperti Tomas yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allah.
Copyrights © 2026