Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 3 Pematangsiantar, ditemukan bahwa siswa kelas XII memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang baik pada materi statistika, di mana 85% dari 36 siswa tidak mampu memenuhi indikator pemecahan masalah Polya. Kurangnya kemampuan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti siswa tidak memahami soal, langsung mencari rumus, dan kurangnya inovasi pembelajaran yang cenderung konvensional. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen semu dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIA di SMA Negeri 3 Pematangsiantar, dengan sampel sebanyak 350 siswa, yang terdiri dari kelas XII-MIA1 sebagai kelas kontrol dan XII-MIA3 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Solving memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini didukung oleh hasil uji-t di mana nilai t-hitung > t-tabel (9,790 > 2,032), yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu, besar pengaruhnya ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 73,8%. Ini mengindikasikan bahwa 73,8% kemampuan pemecahan masalah siswa dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran Problem Solving, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Copyrights © 2025