Yahudi Samaritan merupakan salah satu kelompok dari Bani Israel yang muncul setelah runtuhnya Kerajaan Israel Utara. Kelompok ini memiliki identitas keagamaan yang berbeda dari kelompok Yahudi lainnya, terutama dalam aspek teologis dan filosofis, otoritas teks suci, dan praktik keagamaan. Namun, kajian yang membahas Yahudi Samaritan masih didominasi oleh narasi historis, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam dari sudut pandang teologi dan filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Yahudi Samaritan dari perspektif Syahrastani dalam karyanya Al-Milal wa al-Nihal, mengulas perbedaan teologis dengan kelompok Yahudi lainnya, serta menelaah cara pandang Syahrastani yang kritis dan sistematis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis melalui analisis isi dan studi dokumen berdasarkan teks Al-Milal wa al-Nihal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpecahan antara Yahudi Samaritan dan kelompok Yahudi lainnya tidak semata-mata disebabkan oleh konflik politik, melainkan juga oleh perbedaan mendasar mengenai keaslian Taurat dan otoritas teks suci. Syahrastani memberikan kontribusi signifikan dalam menggambarkan posisi Yahudi Samaritan, tidak hanya dari aspek historis, tetapi juga dalam kerangka teologi dan filsafat agama. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana perspektif teologis dapat memperkaya pemahaman terhadap identitas keagamaan Yahudi Samaritan. Selain itu, studi ini menegaskan pentingnya analisis komprehensif terhadap teks klasik seperti Al-Milal wa al-Nihal, khususnya dalam menyoroti isu-isu keagamaan yang tetap relevan hingga saat ini.
Copyrights © 2025