Abstrak: Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh remaja terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan stres. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala gastritis ringan adalah melalui pengobatan sendiri. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat modern dan tradisional untuk gastritis dapat meningkatkan risiko terjadinya medication error. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa sebagai kader kesehatan mengenai pengobatan sendiri gastritis secara rasional melalui edukasi berbasis terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 12 Pontianak dengan melibatkan 25 siswa yang tergabung ke dalam kader kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi klasikal, diskusi, penggunaan alat demonstrasi obat, dan pengisian angket pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 58,8 (pretest) menjadi 77,6 (posttest). Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kegiatan mencapai 87,2% yang menunjukkan bahwa metode edukasi diterima dengan baik dan dinilai bermanfaat. Pendidikan pengobatan sendiri gastritis berbasis farmakologi dan bahan alami secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan siswa. Program ini efektif dan dapat digunakan sebagai model untuk pendidikan serupa di lingkungan sekolah lainnya. Abstract: Gastritis is one of the most common digestive disorders experienced by adolescents, primarily due to irregular eating habits and stress. One strategy to manage mild gastritis symptoms is self-medication. However, the low level of adolescent knowledge regarding the use of modern and traditional medicines for gastritis can increase the risk of medication errors. This community service activity aimed to enhance students' understanding, as health cadres, of rational self-medication for gastritis through education based on pharmacological and non-pharmacological therapy. The program was conducted at SMAN 12 Pontianak, involving 25 students who serve as school health cadres. The implementation methods included classical education sessions, discussions, the use of drug demonstration tools, and the administration of pre- and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. There was an increase in the average student knowledge score from 58.8 (pre-test) to 77.6 (post-test). In addition, the satisfaction rate with the activity reached 87.2%, indicating that the educational methods were well-received and considered beneficial. Pharmacology- and natural product-based self-medication education significantly improved the knowledge of student health cadres. This program proved to be effective and could serve as a model for similar educational initiatives in other school settings.
Copyrights © 2025