Artikel ini menganalisis rekonsiliasi antara Islam dan sains modern melalui kajian pustaka yang komprehensif, dengan berfokus pada pemikiran Nidhal Guessoum serta relevansinya dalam wacana keilmuan kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi landasan filosofis, prinsip epistemologis, dan implementasi praktis dari upaya integrasi ilmu pengetahuan dengan ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mendukung rasionalitas, empirisme, dan keterbukaan intelektual, sehingga memungkinkan dialog konstruktif antara sains dan agama. Penekanan Guessoum pada penafsiran ulang ayat-ayat kauniyah, penolakan terhadap scientific miracelism, serta pengembangan kosmologi Islam modern membuktikan bahwa Islam dapat berdampingan secara harmonis dengan sains mutakhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonsiliasi antara sains dan Islam bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga penting bagi pembentukan peradaban ilmiah yang etis, holistik, dan relevan dengan tantangan zaman
Copyrights © 2026