Penerapan Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran daring di perguruan tinggi menjadi strategi utama dalam merespons tuntutan digitalisasi pendidikan. Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan LMS belum sepenuhnya mencerminkan prinsip manajemen pendidikan yang terintegrasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis problematika manajemen pendidikan berbasis LMS dengan menyoroti kesenjangan antara perencanaan dan praktik pembelajaran daring di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui penelaahan kritis terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan manajemen pendidikan, pembelajaran daring, dan LMS. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kesenjangan konseptual dalam penerapan LMS. Hasil kajian menunjukkan bahwa aspek perencanaan pembelajaran berbasis LMS relatif telah berjalan dengan baik, namun belum diikuti oleh implementasi dan evaluasi pembelajaran yang optimal. Implementasi pembelajaran daring masih bersifat terfragmentasi dengan penggunaan berbagai platform di luar LMS institusi, sementara evaluasi pembelajaran belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai instrumen akuntabilitas dan penjaminan mutu akademik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan LMS sebagai bagian integral dari sistem manajemen pendidikan, bukan sekadar sebagai media pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan manajemen pendidikan yang terintegrasi agar LMS dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan mutu dan akuntabilitas pembelajaran daring di perguruan tinggi
Copyrights © 2025