Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mentransfer nilai dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan gangguan spektrum autisme, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru pendamping dalam menghadapi anak dengan autisme di SKH Mathla'ul Anwar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendamping memiliki peran penting dalam membantu anak autisme menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar. Salah satu subjek penelitian, siswa berinisial "Y", menunjukkan gejala autisme seperti kesulitan berinteraksi, menghindari kontak mata, sensitif terhadap suara keras, serta cenderung menyendiri. Guru menghadapi berbagai tantangan seperti kesulitan anak dalam memahami instruksi, kurang fokus, dan cepat bosan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan strategi pembelajaran berupa pemberian instruksi sederhana dan berulang, contoh konkret, serta penguatan positif melalui pujian. Hasil observasi menunjukkan perkembangan positif pada saudara "Y", seperti mampu mencuci tangan sendiri, membersihkan pakaian, dan merespons instruksi sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru pendamping sangat berpengaruh dalam membantu perkembangan kemandirian dan kemampuan sosial anak dengan autisme melalui pendekatan yang sabar, konsisten, dan adaptif.
Copyrights © 2025