Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan modul layanan bimbingan konseling klasikal untuk penguatan konsep diri berbasis adab pada siswa kelas V sekolah dasar. Krisis adab seperti kurangnya rasa hormat dan empati di kalangan siswa, yang seringkali berkaitan dengan lemahnya konsep diri, menjadi rasional utama. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) melibatkan guru, orang tua, dan siswa kelas V di SD Islam Al Azhar 20 Cibubur, data mengenai kebutuhan (necessity), kekurangan (lacks), dan keinginan (wants) dikumpulkan. Hasil analisis menunjukkan konsensus (100%) akan pentingnya mengenalkan konsep diri sejak dini untuk membentuk karakter dan kesiapan sosial-emosional. Kekurangan utama dalam pembelajaran sebelumnya adalah penggunaan bahasa yang sulit dipahami (40%) dan kurangnya implementasi praktik sehari-hari (20%). Responden berharap modul dapat meningkatkan kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kemampuan mengantisipasi konflik antar teman (60%). Modul direkomendasikan fokus pada tema "Mengenal Diriku" dan "Aku Berharga", dikemas sederhana, interaktif dengan games dan media visual, serta membutuhkan pengulangan berkala dan kolaborasi sekolah-keluarga. Secara keseluruhan, modul ini diharapkan holistik, relevan dengan perkembangan siswa, dan efektif membentuk konsep diri positif serta adab mulia
Copyrights © 2025