Penanganannya pada siswa SMK PGRI 1 Martapura. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari delapan siswa yang memiliki riwayat membolos, seorang guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti kurangnya motivasi belajar, rasa malas, kebosanan terhadap materi pelajaran, serta stres dan kecemasan menjadi penyebab utama perilaku membolos. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, kondisi keluarga yang kurang mendukung, serta suasana dan metode pembelajaran yang tidak menarik. Strategi penanganan yang diterapkan meliputi pemantauan kehadiran secara rutin, pemanggilan orang tua, edukasi tentang pentingnya kedisiplinan, konseling oleh guru BK, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik. Kesimpulannya, penanganan perilaku membolos memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan lingkungan siswa.
Copyrights © 2025