Pulau Lusi (Lumpur Sidoarjo) merupakan suatu pulau yang dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir aliran lumpur lapindo yang dibuang ke sungai porong. Pulau ini dijadikan sebagai salah satu bukti adanya fenomena ekologi semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi di daerah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang mengakibatkan kerugian finansial maupun korban jiwa. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis kandungan mineral dalam lumpur di Pulau Lusi sehingga dapat dimanfaatkan di berbagai bidang sesuai karakteristiknya. Pertama-tama sampel lumpur harus dipreparasi terlebih dahulu hingga menjadi serbuk halus. Kemudian sampel dianalisis menggunakan metode XRD dan XRF untuk mengidentifikasi kandungan mineral baik dalam bentuk unsur maupun oksidanya. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Lumpur di Pulau Lusi berpotensi dijadikan sebagai sumber silika. Hasil analisis menggunakan XRF dan XRD menunjukkan bahwa kandungan mineral di kedua tempat relatif sama. Kandungan senyawa oksida yang paling besar adalah silika dengan persentase masing-masing 46,3% (di tengah Pulau Lusi) dan 44,7% (di pinggir Pulau Lusi). Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa fase kristal yang paling dominan pada masing-masing sampel adalah fase Quartz. Agar mineral tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, maka sampel lumpur harus diolah untuk menghilangkan pengotor - pengotor, meningkatkan kemurnian mineral, meningkatkan kemampuan absorpsi, dllKata Kunci: Lumpur Lapindo; Pulau Lusi; Mineral Silika; Karakterisasi Mineral
Copyrights © 2025