Efikasi diri memiliki peran penting dalam pembelajaran renang karena berhubungan dengan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan mereka saat menghadapi tantangan di air. Variasi pengalaman renang, frekuensi latihan, dan kondisi emosional memengaruhi kesiapan mahasiswa mengikuti mata kuliah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efikasi diri mahasiswa serta melihat perbedaannya berdasarkan pengalaman renang dan gender. Pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif digunakan untuk menggambarkan perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi. Tidak ditemukan perbedaan berdasarkan gender (p > 0,05). Faktor pengalaman berpengaruh signifikan (p < 0,05), dengan mahasiswa tanpa pengalaman memiliki efikasi diri lebih rendah (M = 3,79) dibanding yang berpengalaman di kolam renang (M = 4,07). Instruktur juga berpengaruh signifikan (p < 0,05), di mana kelompok kursus mencatat nilai tertinggi (M = 4,44). Rutinitas latihan lebih dari empat kali per minggu meningkatkan efikasi diri secara signifikan (p < 0,05). Durasi latihan 30–60 menit dan lebih dari 1 jam turut memberikan pengaruh signifikan (p < 0,05). Selain itu, kondisi perasaan menunjukkan perbedaan nyata antara kelompok khawatir dan biasa saja (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman terstruktur, latihan rutin, dan kesiapan emosional berperan besar dalam membentuk efikasi diri mahasiswa.
Copyrights © 2025