ABSTRACT Language literacy skills in early childhood constitute an important foundation for learning readiness at subsequent levels of education; therefore, instructional strategies that are aligned with children’s developmental characteristics are required. This study aims to describe teachers’ strategies in developing language literacy skills among children aged 4–5 years at PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal and three teachers of the 4–5-year-old group as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation and then analyzed using thematic analysis. The results indicate that language literacy development was implemented in an integrated manner within daily learning activities, including the habituation of story reading, role-playing, singing, small-group discussions, and the use of visual media and children’s songs. These strategies encouraged children’s active involvement, enriched their vocabulary, and increased their confidence in communication. The challenges encountered included differences in children’s language abilities, limited instructional time, and suboptimal parental support, which were addressed through activity adjustments, the use of simple learning media, and the strengthening of communication with parents. Overall, this study concludes that child-centered and play-based teacher strategies are effective in developing the language literacy skills of children aged 4–5 years. These findings emphasize the importance of integrating literacy into PAUD learning routines to build a sustainable foundation for children’s reading interest, vocabulary mastery, and communication skills. ABSTRAK Kemampuan literasi berbahasa pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun di PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan tiga guru kelompok usia 4–5 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan literasi berbahasa dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, meliputi pembiasaan membaca cerita, bermain peran, bernyanyi, diskusi kelompok kecil, serta pemanfaatan media visual dan lagu anak. Strategi tersebut mendorong keterlibatan aktif anak, memperkaya kosakata, dan meningkatkan keberanian anak dalam berkomunikasi. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan bahasa anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta dukungan orang tua yang belum optimal, yang diatasi melalui penyesuaian kegiatan, pemanfaatan media sederhana, serta penguatan komunikasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru yang berpusat pada anak dan berbasis kegiatan bermain efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi dalam rutinitas pembelajaran PAUD untuk membangun fondasi minat baca, penguasaan kosakata, dan kemampuan komunikasi anak usia dini secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025