Nurhayati, Yuliana
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Membangun Literasi Baca Tulis: Mengeksplorasi Strategi Holistik dan Konstruktivis melalui ZPD dalam Pendidikan Anak Usia Dini Nurhayati, Yuliana; -, Wahyu; -, Novitawati
PG-PAUD Trunojoyo Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v11i1.24992

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan strategi pembelajaran literasi baca tulis anak usia 4-5 tahun serta fasilitas pendukung pembelajaran dan bentuk kolaborasi guru dan orang tua siswa. Penelitian ini dilakukan di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin dan PAUD Terpadu Islam Baitul Makmur Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode multi situs. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data tunggal dan data lintas situs dilakukan melalui kondensi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik untuk menguji keabsahan data  melalui perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, penggunaan bahan referensi dan trianggulasi data,  member scheck data dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) strategi penekanan pembelajaran aktif dan interaksi sosial dalam pengembangan pengetahuan anak melalui ragam main dan media seperti musik, kartu bergambar, storytelling, dan media elektronik, dapat menciptakan lingkungan stimulatif. Pendekatan holistik dan pembelajaran konstruktivis  dalam literasi baca tulis anak usia dini memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan literasi anak usia dini; (2) keseluruhan fasilitas pendukung yang lengkap dapat menciptakan ekosistem pembelajaran holistik, melibatkan semua pihak terkait dalam mendukung perkembangan anak-anak usia dini; (3) kesadaran tinggi, komunikasi aktif, dan pertemuan dari kedua belah pihak terhadap kebutuhan anak-anak dalam mendukung kegiatan literasi di rumah dan di sekolah sangat di utamakan untuk mencapai kemampuan potensi anak secara optimal.
STRATEGI GURU DALAM IMPLEMENTASI LITERASI MORAL ISLAMI PADA ANAK USIA DINI: SEBUAH STUDI KASUS Nurhayati, Yuliana; Aziz, Abdul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i3.7117

Abstract

ABSTRACT The need to cultivate character and moral values in early childhood, particularly those grounded in religious principles as the foundation of social ethics, often faces challenges in formal educational settings. Although Islamic moral values are highly relevant in shaping noble character, the implementation of effective and structured learning strategies in Early Childhood Education (PAUD) still requires deeper exploration. This study aims to describe the strategies employed by teachers in fostering moral literacy based on Islamic values among young children. The research was conducted at PAUD Terpadu Anak Sholeh Mandiri in Banjarmasin using a qualitative descriptive approach and a case study method. Data were collected through interviews, participatory observations, and documentation. The findings reveal that teachers apply various strategies such as habituation, role modeling, Islamic storytelling, the integration of Islamic values into daily activities, and the utilization of the surrounding environment as a learning partner. These strategies are consistently implemented in daily routines such as prayers, congregational worship, charitable giving, and guided social interactions infused with Islamic principles. The success of these strategies is supported by teacher commitment, adequate school facilities, and strong collaboration with parents and the community. However, challenges remain, including the lack of synergy between school practices and parenting at home, as well as the need for teachers to adjust their communication styles to suit the characteristics of young children. This study contributes to the development of character education practices based on Islamic values in early childhood education institutions. ABSTRAK Kebutuhan akan penanaman karakter dan moral pada anak usia dini terutama yang berbasis nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi etika sosial seringkali menghadapi tantangan dalam praktik pendidikan formal. Meskipun nilai-nilai moral Islam sangat relevan dalam membentuk akhlak mulia, implementasi strategi pembelajaran yang efektif dan terstruktur di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih memerlukan eksplorasi mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru dalam menanamkan literasi moral berbasis nilai-nilai Islam pada anak usia dini. Studi ini dilakukan di PAUD Terpadu Anak Sholeh Mandiri Kota Banjarmasin dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi, seperti pembiasaan, keteladanan, storytelling Islami, integrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari, serta pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai mitra pembelajaran. Strategi ini diterapkan secara konsisten dalam rutinitas pembelajaran, seperti kegiatan doa, salat berjamaah, infak, serta interaksi sosial anak yang dibimbing dengan nilai-nilai Islami. Keberhasilan strategi ini didukung oleh komitmen guru, fasilitas sekolah, serta kemitraan dengan orang tua dan masyarakat. Namun, ditemukan pula hambatan seperti kurangnya sinergi antara sekolah dan pola asuh di rumah, serta komunikasi guru yang perlu disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pendidikan karakter berbasis nilai Islam di lembaga PAUD.
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KELAS YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI DI PAUD Rohliani, Rohliani; Nurhayati, Yuliana; Ilise, Rizki Nugerahani
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7229

Abstract

ABSTRACT A positive classroom climate is an important factor in supporting the social, emotional, and cognitive development of young children in early childhood education settings. This study aims to examine the role of teachers in creating a classroom climate that is conducive, safe, and enjoyable for young children. A descriptive qualitative approach was employed, involving two teachers at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 who have more than five years of teaching experience and hold a minimum qualification of a bachelor’s degree in early childhood education. The research data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and written documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that teachers play a crucial role in fostering an enjoyable classroom climate through effective management of the physical environment, the implementation of varied instructional strategies, and the strengthening of positive emotional relationships with children. The study concludes that the teacher’s role is not limited to instruction alone, but also encompasses functions as a facilitator, motivator, and mentor in creating a conducive, interactive, and inclusive learning environment for young children. ABSTRAK Iklim kelas yang menyenangkan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak usia dini di satuan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membangun iklim kelas yang kondusif, aman, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang guru di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun dan kualifikasi pendidikan minimal sarjana PAUD. Data penelitian diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, serta dokumentasi tertulis, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan iklim kelas yang menyenangkan melalui pengelolaan lingkungan fisik, penerapan strategi pembelajaran yang variatif, dan penguatan hubungan emosional yang positif dengan anak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup fungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan inklusif bagi anak usia dini.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI BERBAHASA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI PAUD TERPADU BANJARMASIN Shalihah, Shalihah; Nurhayati, Yuliana; Maulida, Maulida
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7261

Abstract

ABSTRACT Language literacy skills in early childhood constitute an important foundation for learning readiness at subsequent levels of education; therefore, instructional strategies that are aligned with children’s developmental characteristics are required. This study aims to describe teachers’ strategies in developing language literacy skills among children aged 4–5 years at PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal and three teachers of the 4–5-year-old group as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation and then analyzed using thematic analysis. The results indicate that language literacy development was implemented in an integrated manner within daily learning activities, including the habituation of story reading, role-playing, singing, small-group discussions, and the use of visual media and children’s songs. These strategies encouraged children’s active involvement, enriched their vocabulary, and increased their confidence in communication. The challenges encountered included differences in children’s language abilities, limited instructional time, and suboptimal parental support, which were addressed through activity adjustments, the use of simple learning media, and the strengthening of communication with parents. Overall, this study concludes that child-centered and play-based teacher strategies are effective in developing the language literacy skills of children aged 4–5 years. These findings emphasize the importance of integrating literacy into PAUD learning routines to build a sustainable foundation for children’s reading interest, vocabulary mastery, and communication skills. ABSTRAK Kemampuan literasi berbahasa pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun di PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan tiga guru kelompok usia 4–5 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan literasi berbahasa dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, meliputi pembiasaan membaca cerita, bermain peran, bernyanyi, diskusi kelompok kecil, serta pemanfaatan media visual dan lagu anak. Strategi tersebut mendorong keterlibatan aktif anak, memperkaya kosakata, dan meningkatkan keberanian anak dalam berkomunikasi. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan bahasa anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta dukungan orang tua yang belum optimal, yang diatasi melalui penyesuaian kegiatan, pemanfaatan media sederhana, serta penguatan komunikasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru yang berpusat pada anak dan berbasis kegiatan bermain efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi dalam rutinitas pembelajaran PAUD untuk membangun fondasi minat baca, penguasaan kosakata, dan kemampuan komunikasi anak usia dini secara berkelanjutan.
STRATEGI KEPALA SATUAN PAUD UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD DI KOTA BANJARMASIN Isnaniah, Isnaniah; Maulidha, Maulidha; Nurhayati, Yuliana
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7293

Abstract

ABSTRACT The improvement of professional competence among early childhood education (ECE) teachers has become a strategic challenge in response to increasing demands for adaptive, reflective, and child-oriented learning quality. Field conditions indicate variations in teachers’ educational qualifications, limited supporting facilities, and suboptimal implementation of creative learning practices, highlighting the need for leadership from ECE principals who are capable of managing teacher development in a structured and sustainable manner. This study aims to describe the leadership strategies of ECE principals in enhancing teachers’ professional competence and to examine the implementation of these strategies at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 3. The study employed a qualitative approach with a narrative design, involving the principal as the main subject and several teachers as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the ECE principal implemented continuous professional development through teacher learning communities, dialogical academic supervision, reinforcement of spiritual values, and participatory communication that fostered teacher collaboration. These strategies contributed to the development of reflective attitudes, increased teaching creativity, and strengthened teachers’ professional responsibility. This study concludes that participatory, humanistic, and value-based leadership of ECE principals plays a crucial role in building a sustainable culture of teacher professionalism. Peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi tantangan strategis seiring dengan tuntutan mutu pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada perkembangan anak. Realitas di lapangan menunjukkan adanya variasi kualifikasi guru, keterbatasan sarana pendukung, serta belum optimalnya praktik pembelajaran kreatif, sehingga diperlukan kepemimpinan kepala satuan PAUD yang mampu mengelola pembinaan guru secara terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala satuan PAUD dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta menggambarkan implementasi strategi tersebut di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 3. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif, melibatkan kepala sekolah sebagai subjek utama dan beberapa guru sebagai informan pendukung, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala satuan PAUD menerapkan pembinaan profesional secara berkelanjutan melalui komunitas belajar guru, supervisi akademik dialogis, penguatan nilai spiritual, serta komunikasi partisipatif yang mendorong kolaborasi antarguru. Strategi tersebut berkontribusi pada berkembangnya sikap reflektif, peningkatan kreativitas mengajar, dan penguatan tanggung jawab profesional guru. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala satuan PAUD yang partisipatif, humanis, dan berbasis nilai memiliki peran penting dalam membangun budaya profesionalisme guru secara berkelanjutan.