ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesejahteraan Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dengan menyoroti dinamika, tantangan, serta faktor-faktor yang membentuknya. Studi ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, melibatkan tiga informan yang bekerja sebagai Guru Pendamping ABK di tiga sekolah inklusi yang berbeda di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik, mencakup tahap familiarisasi, pemberian kode, pengelompokan tema, interpretasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan Guru Pendamping ABK terbentuk dari interaksi yang kompleks antara faktor internal dan eksternal. Berdasarkan perspektif Ekological System Theory dari Bronfenbrenner, kesejahteraan Guru Pendamping dipengaruhi oleh lima sistem yang saling berinteraksi, yaitu: (1) mikrosistem, berupa hubungan emosional yang positif dengan ABK, rekan kerja, dan keluarga; (2) mesosistem, berupa kolaborasi antara lembaga dan dukungan lintas konteks yang memperkuat identitas professional; (3) eksosistem, mencakup dukungan keluarga Guru Pendamping itu sendiri, kebijakan sekolah, serta akses terhadap pelatihan dan komunitas profesional; (4) makrosistem, yang berkaitan dengan nilai sosial dan budaya yang membentuk persepsi terhadap profesi Guru Pendamping; dan (5) kronosistem, yang menggambarkan proses waktu dan transformasi diri melalui pengalaman profesional dan personal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Kesejahteraan Guru Pendamping ABK, Teori Sistem Ekologi (Bronfenbrenner)
Copyrights © 2025