Penelitian ini merupakan kajian intertekstual yang menelaah proses konversi sastra dari Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama serta relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Berorientasi pada teori Intertekstual, teori konversi, teori struktural, teori relevansi, dan teori apresiasi sastra, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi perubahan nilai, tokoh, dan alur pada kedua teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa Hikayat Sri Rama merupakan hasil adaptasi budaya Melayu yang memodifikasi struktur dan nilai Ramayana agar sesuai dengan tradisi penceritaan lokal. Perubahan nilai tampak melalui pergeseran dari heroisme kosmis menuju moralitas etis dan didaktik, sedangkan konversi tokoh dilakukan melalui penyederhanaan karakter untuk memperkuat pesan-pesan budaya Melayu. Alur dalam Hikayat Sri Rama juga mengalami pemadatan sehingga lebih linear, langsung, dan sesuai dengan konvensi hikayat yang menekankan kepraktisan cerita. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa kedua teks memiliki relevansi pedagogis yang kuat sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Perbandingan keduanya mampu mengembangkan kompetensi intertekstual, pemahaman lintas budaya, kemampuan analisis struktural, serta penguatan pendidikan karakter siswa. Kata Kunci: Konversi, Intertekstual, Cerita Ramayana, Hikayat Sri Rama, Apresiasi Sastra.
Copyrights © 2025