Candida albicans merupakan jamur oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi kandidiasis pada manusia. Mikroorganisme ini umumnya hidup sebagai flora normal di saluran pencernaan, saluran pernapasan, rongga mulut, dan mukosa vagina, namun dapat menimbulkan penyakit ketika keseimbangan mikroflora terganggu. Salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun sirih (Piper betle L.) yang diketahui mengandung minyak atsiri sekitar 4,2% dengan komponen utama berupa senyawa fenol, yaitu betlefenol dan kavikol, yang bersifat fungisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun sirih terhadap pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Sampel yang digunakan berupa air rebusan daun sirih yang dibuat dengan merebus 500 g daun sirih dalam 1000 mL akuadest dan digunakan sebagai satu konsentrasi tunggal, dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan C. albicans, yang diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 4,8 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat lemah. Dengan demikian, air rebusan daun sirih memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans, meskipun daya hambat yang dihasilkan relatif rendah. Kata kunci : Candida albicans, daya hambat, daun sirih, Kandidiasis, Piper betle L.
Copyrights © 2025