Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Effect of Methanol Extract of Leaves of Hibiscus Rosa-Sinensis L. against Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Mona Fathia; Risa Nursanty; Nurdin Saidi
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2015): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.918 KB)

Abstract

This study was aimed to determine the effect of the methanol extract against bacteria Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and to measure its inhibition capacity. Phytochemical test and extraction were conducted at the Research Laboratory of Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (MIPA). Antibacterial test was done at the Laboratory of Microbiology Department of Biological Science, University of  Syiah Kuala. The samples used leaves of H. rosa-sinensis collected from Gampong Sektor Timur, Darussalam.This study used completely randomized design (CRD) with five treatements and three replications namely; negative control using the solvent, extract test with  concentrations 0.2 g / mL, 0.3 g / mL, 0.4 g / mL, and  positive control using 30 µg linezolid. Phytochemical test showed that the fresh samples contain alkaloids, terpenoids, steroids, and flavonoids, while the methanol extract contains alkaloids and flavonoids. Antibacterial test showed that the methanol extract have inhibited MRSA bacterial growth, with the average of inhibition zone was 15.90 mm at the concentration of 0.4 g / mL.
Eksplorasi Etnomatematika pada Bangunan Tua Bekas Karesidenan Pekalongan Silviana, Mona Fathia; Trivianti, Khofifah Assaumi; Kusuma, Mada Satya; Fahmy, Ahmad Faridh Ricky
Circle: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/circle.v4i2.6851

Abstract

Bangunan Tua Bekas Karesidenan Pekalongan merupakan bangunan tua bersejarah yang berada di Kota Pekalongan. Struktur bersejarah ini menampilkan arsitektur yang menarik. Tujuan  dari penelitian ini untuk mengeksplorasi Bangunan Tua Bekas Karesidenan Pekalongan berkaitan dengan konsep dasar matematika. Terutama konsep geometri, sehingga dapat dijadikan sumber belajar dalam pembelajaran matematika. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, yaitu jenis penelitian yang mendeskripsikan dan memperoleh data secara utuh, menyeluruh, dan mendalam. Hasilnya adalah eksplorasi etnomatematika bangunan bersejarah Bangunan Tua Bekas Karesidenan, yang mewakili konsep-konsep matematika diantaranya bangun datar, bangun ruang dan konsep transformasi geometri.
Peran Sarjana Biologi Dalam Dunia Kerja Baik Dalam Industry Maupun Di Lembaga Pemerintah Alif Rahman Habibi; Khoirul Anwar; Anggia Azizah; Mona Fathia; Witri Winanda; Azizul Berlyansah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2025): MEI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i3.4789

Abstract

. Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari makhluk hidup dan interaksinya dengan lingkungan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peran sarjana biologi dalam dunia kerja semakin luas dan beragam. Lulusan program studi biologi tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan atau penelitian, tetapi juga dapat berkontribusi secara signifikan di sektor industri, kesehatan, lingkungan, pertanian, bioteknologi, dan konservasi alam. Dengan cakupan bidang yang luas dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, sarjana biologi memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. Kegiatan sosialisasi mengenai peran sarjana biologi dalam masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kontribusi lulusan biologi dalam berbagai bidang kehidupan. Sosialisasi ini berhasil membuka wawasan bahwa sarjana biologi memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pengembangan produk-produk berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan minat terhadap studi biologi sekaligus memperkuat citra sarjana biologi sebagai agen perubahan yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi di dunia kerja
The Potential of Various Matoa Plant (Pometia pinnata) Extracts as Antibacterial Agents: Systematic Literature Review Sarima, Sarima; Pistanty, Mingle A; Fathia, Mona; Winanda, Witri
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus June 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i2.7505

Abstract

Background: Bacteria in nature can have various effects on human life, including the development of diseases. Consequently, it is necessary to regulate or inhibit the growth of harmful bacteria. One method of doing so is through the use of natural ingredients, such as Matoa (Pometia pinnata). This study aims to provide a literature review on the potential of various Matoa plant extracts as antibacterials. Methodology: The investigation was conducted using the PRISMA approach, which involved the systematic literature review method. Electronic databases, including PubMed, ScienceDirect, Scopus, and Google Scholar, were searched from 2010 to 2024. "Pometia pinnata" is a search term that encompasses " Pometia pinnata as antibacterial" and "Antibacterial Activity of Pometia pinnata." A qualitative analysis was conducted on 22 articles that satisfied the inclusion criteria following the selection process. Findings: The review results indicated that the extracts of matoa's leaves, seeds, and bark contain active compounds, including flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, and other phenolic compounds, which exhibit antibacterial activity. Despite the large potential, the majority of the research is still exploratory and has not yet progressed to the clinical trial stage. Consequently, additional, more intensive research is required to investigate the mechanism of action, toxicity, and potential clinical applications of herbal medicines derived from indigenous Indonesian plants. Contribution: This review highlights the antibacterial potential of matoa (Pometia pinnata) and underscores the need for further studies on its mechanism, toxicity, and clinical application, thereby guiding future research on Indonesian herbal medicine
Potensi Senyawa Bioaktif dari Bajakah Spatholobus littoralis Hassk. Sebagai Antikanker terhadap Sel MCF-7 secara In Vitro Habibi, Alif Rahman; Arfan, Alya Rahmaditya; Anwar, Khoirul; Azizah, Anggia; Fathia, Mona; Winanda, Witri; Berlyansyah, Azizul
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) is a plant from the Angiospermae group, belonging to the Leguminosae family, that grows in Kalimantan. This plant contains secondary metabolites with potential anticancer activity. Cancer is characterized by uncontrolled cell proliferation beyond normal mechanisms, leading to abnormal tissue growth and invasion. It is one of the leading causes of death worldwide, including breast cancer. In 2022, approximately 2.3 million women were diagnosed with breast cancer, with 670,000 deaths recorded globally, while around 1.63 million women were still living with the disease by the end of the year. This study aimed to evaluate the anticancer activity of Bajakah Spatholobus littoralis Hassk. against MCF-7 breast cancer cells using the MTS assay. The results showed that Bajakah extract exhibited low toxicity toward the MCF-7 cell line, with an IC50 value of 1,098.77 ppm. Therefore, it can be concluded that Bajakah Spatholobus littoralis Hassk., tested with the MTS method, is not cytotoxic to breast cancer cells. Further studies are recommended to investigate its potential effects on other cancer cell types
Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Umbi Bit (Beta vulgaris L.) pada Histologi Hepar Mencit yang diinduksi Parasetamol Ulhusna, Zikra; Meilina, Rulia; Fathia, Mona; Nuzul ZA, Raudhatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif dari ekstrak etanol umbi bit pada histologi hepar mencit yang diinduksi paracetamol. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium. Mencit diberikan ekstrak etanol umbi bit dosis 500 mg/kg BB (P1), ekstrak etanol umbi bit dosis 300 mg/kg BB (P2), ekstrak etanol umbi bit dosis 100 mg/kg BB (P3), kontrol positif digunakan Curcuma® dan kontrol negatif digunakan Na CMC 0,5%. Perlakuan diberikan selama 7 hari berturut-turut. Pada hari ke-8 mencit diinduksi parasetamol dosis toksik selama 3 hari. Pada hari ke-10 dilakukan pembedahan untuk diambil hepar mencit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian ekstrak etanol umbi bit dengan dosis 500 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB dapat memberikan efek hepatoprotektif terhadap gambaran histopatologi hepar. Pada penelitian ini dapat disimpulkan umbi bit mempunyai efektivitas hepatoprotektor.Kata kunci : Umbi Bit, Hepatoprotektif, hepar 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Staphyloccoccus aureus Kesumawati, Kesumawati; Mulyadi, Heri; Fathia, Mona
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.4213

Abstract

Penyakit infeksi masih menempati urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama penyebab infeksi sehingga menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pemakaian antibiotik. Pemakaian antibiotik yang terus menerus ini menimbulkan resistensi dan efek samping terapi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional yang mengandung zat flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai antibakteri dan mengetahui konsentrasi ekstrak yang dapat menghasilkan zona hambat paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Bakteri Staphylococcus aureus akan di uji dengan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi masing- masing 10%, 20%, 40% dan 60%. Perlakuan kontrol positif akan diberi tetrasiklin dan perlakuan kontrol negatif akan diberi Dimethyl Sufoxide (DMSO). Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mempunyai aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat (mm). Zona hambat yang paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 60%.Kata kunci : Antibakteri, Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureusInfectious diseases are still at the top of the list of causes of morbidity and mortality in developing countries, including Indonesia. Staphylococcus aureus bacteria are the main cause of infection causing a significant increase in the use of antibiotics. The continuous use of antibiotics creates resistance and side effects of therapy. The leaves of starfruit (Averrhoa bilimbi L.) are a plant that is used as a traditional medicine which contains flavonoids, tannins and saponins which have antibacterial effects. This study aims to determine the effectiveness of starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) as an antibacterial and extract indicator that can produce the slowest zone in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. The research was carried out experimentally. Staphylococcus aureus bacteria will be tested with starfruit leaf extract with a concentration of 10%, 20%, 40% and 60% respectively. The positive control treatment will be given tetracycline and the negative control treatment will be given Dimethyl Sufoxide (DMSO). In this study, a completely randomized design (CRD) was used. Each treatment was carried out 3 times. In this study, the ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) can be canceled, which has antibacterial activity which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria by forming an inhibition zone (mm). The zone of inhibition that is greatest in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria is a concentration of 60%.Keywords: Antibacterial, Starfruit Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureus
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Fathia, Mona; Maulidayanti, Sharfina; Ayumi, Irmalita; Anwar, Khoirul
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18150

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi kandidiasis pada manusia. Mikroorganisme ini umumnya hidup sebagai flora normal di saluran pencernaan, saluran pernapasan, rongga mulut, dan mukosa vagina, namun dapat menimbulkan penyakit ketika keseimbangan mikroflora terganggu. Salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun sirih (Piper betle L.) yang diketahui mengandung minyak atsiri sekitar 4,2% dengan komponen utama berupa senyawa fenol, yaitu betlefenol dan kavikol, yang bersifat fungisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air rebusan daun sirih terhadap pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Sampel yang digunakan berupa air rebusan daun sirih yang dibuat dengan merebus 500 g daun sirih dalam 1000 mL akuadest dan digunakan sebagai satu konsentrasi tunggal, dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan C. albicans, yang diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 4,8 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat lemah. Dengan demikian, air rebusan daun sirih memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans, meskipun daya hambat yang dihasilkan relatif rendah. Kata kunci : Candida albicans, daya hambat, daun sirih, Kandidiasis, Piper betle L.