Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan melakukan pelecehan seksual pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Fenomena meningkatnya perilaku pelecehan seksual di lingkungan sekolah menunjukkan adanya masalah dalam kemampuan pengendalian diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 303 siswa SMK Negeri 1 Sawahlunto, dengan sampel sebanyak 173 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kontrol diri dan angket kecenderungan melakukan pelecehan seksual. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan program SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kontrol diri siswa berada pada kategori sangat tinggi (rata-rata 120,42 atau 89,20%), sedangkan tingkat kecenderungan melakukan pelecehan seksual berada pada kategori sangat rendah (rata-rata 41,40 atau 27,60%). Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan melakukan pelecehan seksual (r = -0,772; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi kontrol diri siswa maka semakin rendah kecenderungan melakukan pelecehan seksual. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan preventif dan kuratif seperti layanan informasi, konseling individu, dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kontrol diri siswa serta menekan perilaku pelecehan seksual di sekolah.
Copyrights © 2025