Penelitian ini mengkaji relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Ta'līm al-Muta'allim dengan kerangka P5-PPRA sebagaimana diimplementasikan dalam Diniyah Al-Falah. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam klasik—seperti keikhlasan, disiplin, kerendahan hati, dan etiket yang tepat terhadap guru—dengan kerangka pendidikan karakter kontemporer yang menekankan integritas, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab spiritual-moral. Seiring dengan semakin berinteraksi pesantren dengan tuntutan pendidikan modern, pemahaman kesinambungan antara paradigma klasik dan modern menjadi krusial untuk mengembangkan pembentukan karakter holistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif menggunakan tinjauan pustaka, analisis dokumen, observasi terfokus, dan wawancara mendalam dengan guru, manajer program, dan siswa. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam Ta'līm al-Muta'allim, (2) untuk menganalisis relevansinya dengan dimensi karakter dalam P5-PPRA, dan (3) untuk mengeksplorasi implementasinya dalam Diniyah Al-Falah. Temuan ini menunjukkan keselarasan yang kuat antara nilai-nilai klasik dan tuntutan karakter modern. Prinsip-prinsip inti seperti keikhlasan, ketekunan, perilaku etis, kerendahan hati, dan interaksi sosial yang cermat berhubungan langsung dengan dimensi P5-PPRA, khususnya iman, moralitas, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Implementasi di Diniyah Al-Falah—melalui program ubudiyah, diniyah, dan khidmah menunjukkan bahwa tradisi klasik dapat dioperasionalkan secara efektif dalam kerangka pendidikan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ta'līm al-Muta'allim tetap sangat relevan dan memberikan landasan yang kuat untuk memperkuat pendidikan karakter dalam pengaturan pesantren modern
Copyrights © 2024