Latar Belakang: Potensi bahaya kebakaran sangat tinggi pada beberapa area kerja, seperti area produksi, bejana tekan, proses penggorengan, dan warehouse. Kondisi tersebut masih adanya sumber panas, bahan mudah terbakar, serta potensi percikan api yang dapat memicu keadaan darurat apabila tidak diantisipasi dengan kesiapsiagaan yang baik dari pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 73 responden yang dipilih melalui proportional sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil: Menunjukkan adanya hubungan antara kesiapsiagaan kebakaran dengan pengetahuan (p = 0,012), masa kerja (p = 0,001), pendidikan (p = 0,002), jenis kelamin (p = 0,020), sarana prasarana (p = 0,000), dan pelatihan kebakaran (p = 0,000).Kesimpulan: Pekerja di area Plan 1 PT. X umumnya memiliki pengetahuan rendah tentang kesiapsiagaan kebakaran, didominasi oleh laki-laki berpendidikan SMA, masa kerja 0–5 tahun, serta minim pelatihan dan keterbatasan sarana prasarana.
Copyrights © 2025