Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan terhadap kehidupan Generasi Z, terutama dalam aspek identitas, kesehatan mental, dan tekanan sosial akibat penggunaan media sosial yang masif. Kondisi ini menuntut adanya resiliensi agar remaja mampu bertahan dan beradaptasi secara sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam membangun resiliensi Generasi Z di Desa Kedungrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dipahami remaja sebagai kemampuan bangkit dari tekanan hidup dengan dukungan nilai-nilai Islam seperti sabar, istiqamah, syukur, dan tawakal. Faktor pendukung utama resiliensi meliputi peran keluarga sebagai sistem dukungan primer, hubungan sehat dengan teman sebaya, serta keterlibatan aktif dalam komunitas keagamaan. Sebaliknya, hambatan resiliensi muncul dari distraksi media sosial, beban akademik, ketidakpastian pasca kelulusan, dan rendahnya pemahaman agama. Optimalisasi peran keluarga, komunitas keagamaan, serta literasi digital berbasis nilai Islam dipandang strategis untuk memperkuat ketahanan mental, sosial, dan spiritual Generasi Z. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan, lingkungan sosial, dan praktik digital sebagai fondasi pembentukan resiliensi remaja di era globalisasi
Copyrights © 2025