Abses paru merupakan infeksi serius yang ditandai oleh terbentuknya rongga berisi nanah akibat nekrosis jaringan paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik klinis abses paru serta mengevaluasi efektivitas penanganan melalui pendekatan multidisipliner. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif berbasis studi kasus terhadap lima pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan paru. Data diperoleh melalui dokumentasi rekam medis, wawancara tenaga medis, dan hasil pemeriksaan penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah laki-laki dengan riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, PPOK, dan alkoholisme. Gejala utama meliputi batuk berdahak purulen, demam, dan nyeri dada. Pemeriksaan CT-scan menunjukkan kavitas paru berisi cairan. Kultur sputum menunjukkan variasi patogen, termasuk bakteri aerob dan anaerob. Terapi diberikan secara individual berbasis hasil kultu dan dikombinasikan dengan tindakan drainase pada beberapa kasus. Pendekatan multidisipliner yang melibatkan dokter paru, radiolog, mikrobiolog klinis, dan ahli bedah toraks terbukti meningkatkan efektivitas penanganan, mempercepat perbaikan klinis, dan mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antardisiplin dalam menghadapi kasus abses paru yang kompleks
Copyrights © 2025