Abstrak: Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu indikator utama keselamatan pasien yang masih menjadi tantangan di berbagai rumah sakit, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi penerapan patient safety dan pengelolaan limbah medis, baik secara terpisah maupun simultan, terhadap penurunan kejadian IDO. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik dan simulasi Monte Carlo pada 31 sampel pasien pascaoperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan patient safety secara umum belum menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penurunan IDO, namun analisis lanjutan terhadap enam sasaran keselamatan pasien (Six Goals of Patient Safety) mengidentifikasi tiga area krusial yang berkontribusi signifikan, yakni ketepatan prosedur pembedahan, pencegahan risiko infeksi layanan kesehatan, dan pencegahan cedera akibat insiden jatuh. Pengelolaan limbah medis menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penurunan IDO, dengan fokus pada pemisahan limbah infeksius, penyimpanan tertutup, dan pemusnahan tepat waktu. Ketika kedua variabel patient safety dan pengelolaan limbah medis diintegrasikan, probabilitas penurunan kejadian IDO meningkat secara substansial, mencapai rentang 84–96%. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan rumah sakit yang menggabungkan pendekatan klinis dan lingkungan dalam satu sistem pertahanan berlapis terhadap infeksi
Copyrights © 2026