Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik komunikasi religius mahasiswa, menganalisis makna bahasa religius berdasarkan teori Meaning as Use Ludwig Wittgenstein, serta mengungkapkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tercermin dalam penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius digunakan mahasiswa tidak hanya sebagai alat komunikasi kepercayaan, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral dan pembentukan identitas sosial. Berdasarkan teori language games Wittgenstein, makna bahasa religius terbentuk melalui praktik sosial, spiritual, dan akademik yang mencerminkan nilai moral serta kesadaran kolektif. Bahasa religius memiliki daya performatif yang menggerakkan tindakan dan memperkuat solidaritas di lingkungan akademik.
Copyrights © 2025