Waduk PLTA Koto Panjang digunakan untuk berbagai fungsi (waduk serbaguna) salah satunya budidaya keramba jaring apung (KJA). Kegiatan budidaya ini memberikan dampak berupa bahan organik yang meningkat didasar perairan diakibatkan pemberian pakan berlebih, akibatnya konsentrasi amoniak relatif tinggi di dasar, dimana amoniak bersifat toksik. Apabila amoniak diubah menjadi nitrit atau nitrat dalam proses nitrifikasi, tentunya membutuhkan oksigen dan bakteri nitrifikasi sehingga keberadaan oksigen akan mempengaruhi proses nitrifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri nitrifikasi di Waduk Koto Panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari- Maret 2024 di perairan Waduk PLTA Koto Panjang, Riau. Lokasi penelitian ditetapkan 3 stasiun dengan karakteristik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan berupa metode survei. Pengambilan sampel air dilakukan 3x selama 6 minggu dengan interval 2 minggu dengan titik sampling vertikal ditentukan, yaitu di permukaan air, kolom air 5 m, dan kolom air 10m. Parameter kualitas air yang diukur, antara lain suhu, pH, oksigen terlarut, kecerahan, amoniak, nitrit, dan nitrat. Kelimpahan bakteri Nitrosomonas sp. di permukaan berkisar 3,06-11,93 MPN/mL dan dikolom air berkisar 6,06-93,66 MPN/mL, dengan konsentrasi oksigen terlarut dipermukaan air berkisar 7,77-8,59 mg/L dan dikolom air air 10m berkisar 4,45-5,44mg/L. Berdasarkan data yang diperoleh, bakteri Nitrosomonas sp. meningkat seiring bertambahnya kolom air, sedangkan oksigen menurun seiring bertambahnya kolom air. Tetapi, bakteri Nitrobacter sp. tidak ditemukan selama penelitian.
Copyrights © 2025