Perkembangan teknologi digital telah memunculkan fenomena bahasa plesetan yang intensif digunakan siswa dalam komunikasi daring, namun dampaknya terhadap kemampuan literasi bahasa formal masih menjadi perdebatan. Penelitian ini menganalisis bentuk, karakteristik, dan pengaruh bahasa plesetan terhadap kemampuan literasi bahasa siswa di era digital, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan, menganalisis 32 publikasi ilmiah melalui teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahasa plesetan didominasi oleh modifikasi fonologis (83,3%) dan semantik (77,8%), dengan fungsi yang melampaui humor meliputi pembentukan identitas kelompok (80%) dan kritik sosial (65%). Bahasa plesetan meningkatkan kreativitas linguistik dan kesadaran metalinguistik, namun menghambat penguasaan ejaan baku, struktur kalimat formal, dan kosakata akademik. Literasi digital terbukti berfungsi sebagai variabel mediasi yang menentukan dampak positif atau negatif terhadap literasi formal. Strategi pembelajaran efektif mencakup pengajaran eksplisit register bahasa, analisis kritis bahasa plesetan, dan integrasi literasi digital. Pengaruh bahasa plesetan bersifat paradoks dan kontingensi, bergantung pada literasi digital siswa dan kualitas pembinaan pedagogis.
Copyrights © 2026