Integrasi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya Google Lens, dalam pembelajaran Laporan Hasil Observasi (LHO) menimbulkan pertanyaan fundamental tentang hakikat teknologi, transformasi konstruksi pengetahuan, dan reposisi peran guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif filosofis dengan desain studi literatur sistematis, menganalisis korpus literatur filosofi ontologi, teori pembelajaran konstruktivis, dan penelitian tentang integrasi AI dalam pendidikan (1970-2025). Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif menggunakan kerangka ontologi dengan triangulasi teoretis dan sumber untuk menjaga validitas. Temuan mengungkapkan tiga dimensi fundamental: (1) Google Lens memiliki quasi-agensi yang mengubah relasi subjek-objek menjadi triadik, menciptakan hermeneutic relation; (2) integrasi teknologi mentransformasi konstruksi pengetahuan menjadi konsumsi informasi dengan risiko simulacrum of knowledge; (3) guru dituntut reposisi ontologis dari transmitter pengetahuan menjadi fasilitator kritis dalam lima dimensi: epistemik, psikologis, metakognitif, etnografis, dan epistemologis. Penelitian ini mengembangkan ontological framework yang melengkapi perspektif instrumental-pedagogis dalam literatur existing, memberikan kontribusi konseptual tentang hakikat teknologi AI dan implikasi praktis untuk integrasi teknologi yang memperkuat proses konstruksi pengetahuan autentik.
Copyrights © 2026