Bullwhip efek adalah fenomena yang umum dijumpai dalam rantai pasokan, di mana perubahan kecil pada permintaan dari konsumen akhir bisa menyebabkan pergeseran besar dalam tingkat pemesanan di bagian hulu dari rantai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemungkinan terjadinya efek Bullwhip pada UMKM Bakso Sari Rasa di Pengempon dengan menerapkan pendekatan studi kasus yang bersifat kuantitatifdeskriptif. Data yang digunakan mencakup permintaan (penjualan) serta pemesanan mingguan yang berlangsung dari Januari sampai Desember 2024. Tiga jenis produk yang dianalisis meliputi Tahu Bakso, Bakso Besar, dan Bakso Kecil. Temuan analisis menunjukkan nilai efek Bullwhip untuk Tahu Bakso adalah 0,96, untuk Bakso Besar adalah 1,00, dan untuk Bakso Kecil adalah 0,99. Ketiga nilai ini berada di bawah batas parameter yang ditetapkan sebesar 1,01, menunjukkan bahwa tidak ada amplifikasi permintaan secara signifikan yang terjadi. Oleh karena itu, sistem pemesanan dan pengelolaan permintaan pada UMKM ini tergolong dalam kondisi stabil. Hasil ini memberikan gambaran bahwa UMKM Bakso Sari Rasa dapat mempertahankan keseimbangan antara permintaan nyata dan pemesanan, sehingga risiko kelebihan stok maupun kekurangan stok dapat ditekan. Penelitian ini diharapkan berfungsi sebagai referensi bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan efisiensi sistem rantai pasokan.
Copyrights © 2025