Dalam era keberlanjutan, Green Supply Chain Management (GSCM) menjadi pendekatan penting untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas strategi GSCM antara sektor manufaktur dan pertanian, khususnya di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap enam sumber utama. Hasil menunjukkan bahwa sektor manufaktur lebih banyak mengandalkan teknologi dan sistem terstandarisasi, sedangkan sektor pertanian mengedepankan pendekatan komunitas dan teknologi sederhana. Hambatan utama mencakup keterbatasan akses teknologi, biaya investasi, dan rendahnya kesadaran lingkungan. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi GSCM lintas sektor dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan jika didukung oleh kebijakan dan peningkatan kapasitas SDM.
Copyrights © 2025