Nyeri sendi termasuk salah satu keluhan yang sering didapatkan pada lansia. Adanya anggapan yang salah di masyarakat bahwa keluhan nyeri sendi disebabkan oleh kelainan kadar asam urat dan kolesterol. Hal ini juga didukung kurang tepatnya diagnosa yang ditegakkan oleh tenaga kesehatan, selanjutnya berakibat penanganan yang salah. Tenaga kesehatan yang meliputi dokter umum, bidan desa dan perawat merupakan lini terdepan,sebagai tempat pilihan lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang nyeri sendi sehingga terwujud penatalaksanaan yang tepat. Selain itu tenaga kesehatan diharapkan mampu menjadi jembatan untuk meluruskan pemahaman yang salah di masyarakat. Kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi anatomi klinik nyeri sendi, pemeriksaan dasar sendi dan tata laksana nyeri sendi baik farmakologi dan non farmakologi. Evaluasi pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode pre test dan post test. Hasil dari pre test dan post test dilakukan uji paired t- test, dengan hasil signifikan apabila p > 0,05. Hasil yang diperoleh, terdapat peningkatan rerata nilai yaitu rerata pre test sebesar 1,15 ± 6,19 dan rerata post test sebesar 72,41 ± 37,87, dengan nilai p = 0.000, menunjukkan beda signifikan. Hal ini menggambarkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang meliputi gejala, pemeriksaan dasar dan tata laksana nyeri sendi. Pengetahuan mengenai gejala klinis dan pemeriksaan dasar sendi diperlukan untuk menegakkan diagnosa. Diagnosa yang tepat sangat diperlukan agar penderita mendapat penanganan yang tepat.
Copyrights © 2025