Kelupaan dalam belajar merupakan salah satu permasalah yang sering dialami oleh siswa yang berimplikasi pada rendahnya retensi serta efektivitas dalam proses pembelajaran. Fenomena semacam ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor terutama yang bersumber dari internal (diri siswa) dan faktor eksternal (pembelajaran guru). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kelupaan serta mengkaji bagaimana strategi pembelajaran yang harus dilakukan guru untuk memperkuat ingatan terkait materi yang diberikan kepada siswanya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) yaitu dengan mengambil beberapa referensi seperti jurnal, buku, dan literatur yang mendukung topik penelitian, serta literatur relevan lainnya. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa kelupaan siswa merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal (diri siswa) seperti Disfungsi Minimal Otak (DMO) gejala pada anak yang menunjukkan adanya kesulitan belajar spesifik dan eksternal (pembelajaran guru) hambatan dalam belajar sebab pembelajaran kurang efektif dan menyenangkan. Fenomena ini bisa diminimalkan melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis aktivasi memori dengan melibatkan perbedaan gaya belajar siswa melihat (visual), mendengar (audio), dan gerakan (kinestetik).
Copyrights © 2026