Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.
Copyrights © 2025