Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Senyawa Aktif Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Kandidat Antikanker Melalui Studi In Silico terhadap Reseptor Lymphocyte-Specific Protein Tyrosine Kinase Maharani, Devita Salsa; Redjeki, Sarah Gustia; Emamia, Evelyn Stepania; Mulyadi, Ananda Putri Aulia; Nurviana, Destawesty; Aulifa, Diah Lia; Amirah, Siti Rafa; Karim, Bilqisti Kanzabila
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.49427

Abstract

Curcuma longa L. dapat meningkatkan efek agen kemoterapi dalam pengobatan kanker kolorektal. Kanker kolorektal diekspresikan oleh peningkatan Lck pada sel epitel kolon. Perancangan obat dengan aktivitas sebagai inhibitor Lck dapat menjadi strategi penting untuk mengobati kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aktivitas senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit terhadap reseptor Lck melalui studi in silico metode penambatan molekuler sebagai kandidat obat antikanker, khususnya kanker kolorektal. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler dengan AutoDock Tools-1.5.6., prediksi Lipinski dengan LigandScout, dan ADMET dengan PreADMET. Senyawa bidesmetoksikurkumin memiliki nilai ∆G sebesar -6,36 kkal/mol, konstanta inhibisi 13.71 µM dan interaksi dengan asam amino GLU317 dan MET319. Nilai HIA (Human Intestinal Absorption) dan Caco2 adalah 93,750% dan 21,402 nm/detik dengan nilai PPB (Plasma Protein Binding) dan BBB (Brain-blood Barrier) adalah 93,826% dan 0,785. Senyawa ini tidak bersifat mutagen namun karsinogen, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa bidesmetoksikurkumin dapat dijadikan sebagai lead compound yang memiliki aktivitas terhadap reseptor Lck sebagai kandidat obat antikanker kolorektal.
ANALISIS PENGENDALIAN OBAT ANTIDIABETES DENGAN METODE MINIMUM MAXIMUM STOCK LEVEL DI KLINIK X BANDUNG (APRIL-JUNI 2025) Maharani, Devita Salsa; Lestari, Keri; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66725

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.