Diabetes mellitus menjadi penyakit kronis yang umum dijumpai di masyarakat, terutama diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). DMT2 dikarakterisasi dengan defisiensi insulin akibat ketidakmampuan tubuh dalam kompensasi kebutuhan insulin karena defisiensi insulin. Saat ini pengobatan terfokus pada obat-obatan sintetis, yang diketahui memberikan efek samping berbahaya terutama untuk penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, eksplorasi terkait potensi komponen zat aktif tanaman terhadap aktivitas antidiabetes menjadi suatu ketertarikan. Salah satunya adalah Andrographis paniculata yang juga dikenal sebagai sambiloto. Kombinasi A. paniculata dengan tanaman herbal lain diketahui memiliki efek penurunan glukosa darah lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal A. paniculata. Artikel ini dibuat untuk meninjau aktivitas antidiabetes kombinasi A. paniculata yang dilakukan dengan uji in vivo untuk mencari kombinasi tanaman A. paniculata dan tanaman herbal lain yang optimal menurunkan kadar glukosa darah. Peninjauan komprehensif dilakukan terhadap jurnal dari database dengan kata kunci pencarian untuk artikel Bahasa Indonesia “Andrographis paniculata, Tanaman Herbal, Hiperglikemia, Diabetes Mellitus, dan In Vivo” dan untuk artikel Bahasa Inggris “Andrographis paniculata, Herbal Plant, Hyperglycemia, Diabetes Mellitus, dan In vivo”. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak A. paniculata bersama dengan ekstrak tanaman herbal lain memberikan aktivitas antidiabetes yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal A. paniculata.
Copyrights © 2025