Pencarian alternatif antibakteri berbasis tanaman menjadi krusial seiring dengan meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional, di mana metode ekstraksi merupakan faktor penentu potensi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas metode maserasi dan infusa dalam memperoleh ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang aktif melawan Propionibacterium acnes, serta mengidentifikasi metode mana yang paling efektif. Dengan menggunakan metode difusi agar (kertas cakram), diameter zona hambat kedua jenis ekstrak diukur dan diuji secara statistik dengan Uji-t Welch. Hasil Uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata zona hambat kedua kelompok. Kesimpulannya, ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang dihasilkan dari metode ekstraksi dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu maserasi menjadi metode yang paling efektif dalam aktivitas antibakteri.
Copyrights © 2025