Pelatihan mind mapping di MTs Nurul Wafa dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman materi, dan motivasi belajar siswa yang sebelumnya masih rendah akibat dominasi metode ceramah dan kurangnya variasi strategi pembelajaran. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model partisipatif melalui serangkaian sesi mulai dari sosialisasi, pelatihan dasar, praktik pembuatan mind map, simulasi pembelajaran, hingga evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam memahami konsep keagamaan seperti akidah, fiqih, akhlak, serta kandungan ayat dan hadis melalui visualisasi konsep yang lebih terstruktur. Penyusunan informasi dalam bentuk peta pikiran membuat siswa lebih mudah mengingat, menghubungkan konsep, serta memahami hubungan antardalil dengan penerapan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penggunaan warna, simbol, dan gambar tematik Islami mendorong siswa lebih terlibat aktif, kreatif, dan antusias selama proses belajar. Guru juga merasakan manfaat pelatihan dalam memperkaya metode mengajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Secara keseluruhan, pelatihan mind mapping terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman materi, retensi informasi, motivasi belajar, dan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs Nurul Wafa, sehingga layak dikembangkan sebagai model pembelajaran berkelanjutan.
Copyrights © 2025